Bahlil menyebut total investasi program mencapai sekitar US$71,3 miliar atau setara Rp1.140 triliun. Program itu juga diproyeksikan menciptakan sekitar 5,5 juta lapangan kerja dan berpotensi menghemat subsidi hingga Rp73,9 triliun per tahun.
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menegaskan kesiapan PLN mendukung percepatan program tersebut, termasuk memastikan kesiapan sistem kelistrikan dan infrastruktur pendukung.
“PLN siap melaksanakan penugasan Bapak Presiden untuk mempercepat pengembangan PLTS 100 GWp. PLN akan all out agar pengembangan energi surya dapat terintegrasi dengan sistem kelistrikan secara andal, aman, dan berkelanjutan,” kata Darmawan.
Khusus Bali, PLN bersama Pemprov Bali akan mengembangkan lima klaster PLTS berkapasitas total 1.000 MWp yang didukung Battery Energy Storage System (BESS) 3.300 MWh. Dari kapasitas tersebut, 300 MWp akan dikembangkan di Klaster Gilimanuk.
Redaksi.














