Para peserta tidak hanya dituntut menampilkan gerakan tari yang menarik. Penilaian dilakukan berdasarkan empat aspek utama, yaitu penataan tari, penataan musik, penataan rias dan busana, serta penyajian umum.
Keempat unsur tersebut menjadi bagian penting dalam menentukan kualitas penampilan masing-masing sanggar, sekaligus mendorong peserta menyajikan pertunjukan yang matang dan memiliki karakter.
Festival Tari Kreasi Daerah ini juga menjadi salah satu ruang bagi generasi muda Bangka Selatan untuk terus mengenal dan mencintai seni budaya daerah.
Di tengah perkembangan zaman dan arus modernisasi, kreativitas seni menjadi salah satu cara untuk menjaga agar budaya lokal tetap hidup dan memiliki tempat di tengah masyarakat.
Melalui panggung Kemilau Pesona, para peserta diberikan kesempatan untuk menunjukkan bahwa seni tradisi dan kreativitas generasi muda dapat berjalan beriringan.
Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan berharap kegiatan semacam ini dapat terus dikembangkan sehingga semakin banyak generasi muda yang tertarik untuk terlibat dalam kegiatan seni dan budaya. (*)














