Hari Buruh, PT Timah Tegaskan Pekerja Bukan Sekadar Aset, Tapi Penentu Nilai Perusahaan
SEKILASINDONEWS.COM – Hari Buruh 2026 menjadi momentum penting bagi PT Timah Tbk untuk menegaskan posisi strategis pekerja dalam keberlanjutan perusahaan. Tak lagi sekadar dianggap sebagai aset, karyawan kini dipandang sebagai penentu utama nilai dan masa depan perusahaan.
Di tengah dinamika industri pertambangan yang penuh tantangan, peran manusia dinilai tetap tidak tergantikan. Komitmen, integritas, dan keberanian para pekerja di lapangan menjadi fondasi utama dalam menjaga kinerja dan kontribusi perusahaan bagi negara.
Direktur SDM PT Timah, Ratih Mayasari, menyampaikan bahwa paradigma terhadap karyawan telah mengalami pergeseran signifikan. Menurutnya, pekerja saat ini adalah pencipta nilai (value creator) yang memiliki kontribusi strategis.
“Karyawan dulu sering disebut aset. Tapi hari ini, mereka lebih dari itu, mereka adalah pencipta nilai utama. Teknologi dan aset bisa dibeli, tapi komitmen, integritas, dan keberanian bekerja di medan tambang yang penuh risiko hanya dimiliki oleh manusia,” ujarnya.
Ratih menegaskan, keberlanjutan bisnis tidak hanya bergantung pada capaian produksi atau inovasi, tetapi juga pada kesejahteraan dan keterlibatan pekerja secara menyeluruh.
Ia menjelaskan, kesejahteraan karyawan harus dipandang secara komprehensif, mencakup aspek finansial, sosial, keamanan kerja, hingga peluang pengembangan diri.
“Kesejahteraan bukan sekadar pemberian materi jangka pendek, melainkan bagaimana karyawan bisa tumbuh, meningkatkan kapasitas, dan meraih kehidupan yang lebih baik,” katanya.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya menghapus sekat antara manajemen dan karyawan dalam menghadapi tantangan perusahaan.
“Tantangan perusahaan adalah tantangan bersama, begitu juga keberhasilan. Tidak boleh ada dikotomi. Di sinilah pentingnya membangun kepercayaan melalui langkah nyata dan berkelanjutan,” jelasnya.















