“Mengingat lokasi cukup ekstrem, tim menggunakan peralatan mountaineering dengan sistem lowering agar korban dapat diturunkan dengan aman tanpa memperparah kondisi,” jelas Mikel.
Proses evakuasi berlangsung menegangkan di tengah keterbatasan cahaya malam dan kondisi medan yang licin. Setelah berjibaku selama lebih dari satu jam, korban akhirnya berhasil dievakuasi ke kaki bukit sekitar pukul 21.30 WIB.
Selanjutnya, korban langsung dilarikan ke RSUD Depati Hamzah Pangkalpinang menggunakan ambulans PSC 119 untuk mendapatkan penanganan medis intensif.
Mikel mengapresiasi kecepatan laporan dari rekan korban serta solidnya kerja sama tim di lapangan.
“Kami bersyukur korban dapat diselamatkan. Ini berkat respons cepat semua pihak, termasuk masyarakat yang segera melaporkan kejadian,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan para pendaki agar lebih memperhatikan kondisi fisik sebelum melakukan aktivitas di alam terbuka.
“Pastikan kondisi tubuh fit, bawa perlengkapan standar, dan jangan memaksakan diri. Keselamatan harus menjadi prioritas utama,” tegasnya. (*)



















