Lebih lanjut, Danang menegaskan bahwa pengakuan terhadap jasa kedua tokoh ini tidak boleh dilihat dari sisi politik semata.
“Dalam filosofi leluhur, Mikul Dhuwur Mendhem Jero menjunjung tinggi martabat, kebaikan, dan kehormatan para pendahulu,” ungkapnya.
Ia juga menekankan pentingnya objektivitas dalam menilai sejarah bangsa.
Kita perlu bersikap objektif dan adil dalam menilai sejarah.
“Semua pemimpin memiliki sisi positif yang layak diapresiasi,” tegasnya.
“Memberikan gelar Pahlawan Nasional kepada Soeharto dan Gus Dur adalah bentuk penghormatan terhadap perjuangan mereka. Jangan sampai perbedaan pandangan politik menutup mata kita terhadap jasa mereka,” tambahnya.
Bagindo Yakub.




















