SEKILASINDONEWS.COM|BANGKA SELATAN – Postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bangka Selatan tahun 2025 yang hanya mencapai Rp 900 miliar menjadi perhatian serius Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat. Anggaran ini dinilai masih jauh dari kebutuhan ideal, terutama untuk mendukung pembangunan daerah.
Ketua DPRD Bangka Selatan, Erwin Asmadi, menuturkan bahwa alokasi APBD 2025 sebagian besar akan digunakan untuk belanja rutin.

“Sebanyak 42 persen anggaran akan terserap untuk belanja pegawai, sehingga dana untuk kegiatan pembangunan sangat terbatas,” ujarnya usai Rapat Paripurna Penandatanganan Nota Kesepakatan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) 2025, Sabtu (16/11/2024).
Rapat paripurna tersebut dihadiri oleh Penjabat (Pj) Bupati Bangka Selatan Elfin Elyas, Pj Sekda Hepi Nuranda, serta jajaran eksekutif dan legislatif lainnya. Dalam rapat yang dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Erwin Asmadi itu, kedua belah pihak menyepakati langkah strategis untuk memaksimalkan potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Kita akan terus berupaya menggali potensi PAD yang belum optimal untuk menambah APBD. Selain itu, kita juga akan berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk mendapatkan Dana Alokasi Khusus (DAK) agar percepatan pembangunan di Bangka Selatan tetap berjalan,” tambah Erwin.














