“Hal ini sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto dalam Asta Cita keempat, yaitu membangun sumber daya manusia yang unggul sebagai agen perubahan menuju Indonesia yang adil dan makmur. Peran guru sangat sentral, mereka harus mampu menjadi fasilitator, mentor, dan juga konselor yang baik bagi para murid,” ungkap Hidayat dalam sambutannya.
Lebih lanjut, Hidayat juga mengutip pesan penting dari Presiden bahwa pendidikan adalah kunci utama dalam memutus rantai kemiskinan. Oleh karena itu, diperlukan sinergi dan kolaborasi yang kuat dari berbagai pihak, mulai dari pemerintah, orang tua, masyarakat, dunia usaha, hingga media.
Ia juga menyampaikan keprihatinannya bahwa capaian pendidikan di Bangka Belitung saat ini masih berada di bawah rata-rata nasional. Sebagai respons terhadap kondisi ini, pihaknya akan berupaya secara maksimal untuk melakukan rekrutmen guru-guru terbaik yang memiliki kompetensi mumpuni.
“Secara logistik, sarana pendidikan sudah terpenuhi, yang perlu kita benahi sekarang adalah kualitas tenaga pendidikan. Kita akan bentuk tim kajian dan survey untuk menilai langsung di lapangan,” jelasnya.
Tak hanya itu, Hidayat juga menyinggung rencana terkait pengangkatan kepala sekolah. Menurutnya, posisi strategis ini akan dipercayakan kepada guru-guru yang terbukti memiliki potensi dan kompetensi yang tinggi.
“Kita harus mempersiapkan guru-guru yang benar-benar potensial agar mereka dapat menjadi kepala sekolah yang terbaik bagi kemajuan pendidikan di Bangka Belitung,” tegas Hidayat. (*)





















