“Hari pertama peserta belajar potensi energi surya sebagai pengganti energi fosil. Hari kedua membahas Waste to Energy, bagaimana sampah yang menjadi masalah di berbagai kota dapat diubah menjadi energi. Kuncinya adalah kemandirian energi dan kedaulatan energi,” kata Ahsin.
Kepala SMA Taruna Nusantara, Mayjen TNI Muhammad Imam Gogor, mengapresiasi kolaborasi PLN dan IT PLN. Menurutnya, pelatihan tersebut akan memperkuat kapasitas siswa sebagai calon pemimpin yang mampu menghadirkan solusi bagi masyarakat.
“Kami berharap program ini memberikan dampak positif bagi para siswa sehingga mampu berinovasi dan memahami kebutuhan masyarakat, termasuk memanfaatkan sampah menjadi energi terbarukan,” ujarnya.
Program berlangsung melalui pelatihan di kelas, praktik proyek, evaluasi, hingga penyusunan laporan.
PLN juga menyerahkan bantuan berupa unit PLTS, perangkat budidaya Black Soldier Fly (BSF), serta alat press pembuatan lilin aromaterapi berbahan maggot. Ke depan, materi PLTS dan WTE akan diintegrasikan ke dalam kegiatan pembelajaran di sekolah agar edukasi energi terbarukan terus berlanjut.
Redaksi.
















