“Kontribusi yang ingin saya capai adalah membantu sektor riset di Indonesia. Untuk jangka panjang, saya juga ingin membangun laboratorium sendiri di Indonesia yang membuka kesempatan bagi para pelajar untuk melakukan riset independen, seperti di negara-negara maju,” tuturnya.
Menurut Sally, kesempatan belajar di luar negeri harus menjadi bekal untuk menghadirkan perubahan nyata di Tanah Air, bukan sekadar pencapaian pribadi. Ia pun menyampaikan ucapan terima kasih kepada Presiden RI Prabowo Subianto dan seluruh pihak yang menghadirkan Beasiswa Garuda.
“Untuk Bapak Presiden Prabowo dan juga para pihak lainnya yang telah menyediakan Beasiswa Garuda ini, terima kasih banyak. Bersyukur dengan adanya program ini, banyak anak-anak dan siswa di Indonesia, termasuk saya, bisa menempuh studi yang lebih tinggi di luar negeri dengan kualitas pendidikan yang baik,” ucapnya.
Sally meyakini pengalaman tersebut nantinya dapat dibawa pulang untuk memperkuat kualitas riset dan pendidikan nasional.
“Dan nantinya kita juga akan bisa membawa yang serupa di Indonesia, sehingga Indonesia Emas 2045 bukan lagi sekadar mimpi, tetapi menjadi kenyataan,” tegasnya optimistis.
Selama empat tahun menempuh pendidikan di Australia, Sally bertekad terus mengembangkan diri agar dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.
“Oleh karena itu, selama empat tahun studi saya di sana, saya akan terus berkembang menjadi lebih baik dan akhirnya bisa membantu lebih banyak orang lagi di Indonesia,” pungkasnya.
Herman Yakub.
















