Perdana menambahkan, perhatian PT Timah tak hanya saat Idul Adha. Menjelang Idul Fitri pun, para nelayan dan warga kurang mampu di desanya rutin menerima paket sembako.
“Sejauh ini kontribusi dari PT Timah ini tak ada lawan lah pokoknya, kami mengucapkan terima kasih banyak atas bantuan yang disalurkan selama ini,” tambahnya.
Baginya, PT Timah bukan sekadar perusahaan tambang yang pernah beroperasi di daerahnya, melainkan mitra sosial yang konsisten, bahkan setelah aktivitas produksi berhenti.
Selain masyarakat, hewan kurban juga diserahkan kepada Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Selatpanjang.
Kepala KSOP Selatpanjang, Derita Adi Prasetyo, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan komitmen PT Timah yang terus menjaga hubungan baik dengan berbagai instansi vertikal di Kepulauan Meranti.
“Kami mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan PT Timah ini. Ini bagian dari sinergitas yang telah terjalin selama ini,” ujar Derita.
Menurutnya, sinergi antara dunia usaha dan lembaga pemerintah sangat krusial untuk menciptakan hubungan yang saling mendukung, terutama di daerah kepulauan yang punya tantangan tersendiri dalam aspek sosial dan logistik.
“PT Timah, meskipun tak lagi aktif melakukan penambangan di wilayah Meranti, tetap hadir dan memberi makna lewat program sosial yang menyentuh langsung berbagai lapisan masyarakat dan instansi. Kami harap hubungan baik ini terus berlanjut, dan PT Timah tetap menjadi mitra yang tidak hanya berpikir bisnis, tapi juga punya hati untuk masyarakat dan lingkungan sekitar,” pungkasnya.
Untuk memenuhi kebutuhan hewan kurban, PT Timah juga berkolaborasi langsung dengan peternak lokal. Langkah ini sekaligus menjadi bentuk pemberdayaan ekonomi masyarakat sekitar. (*)










