Ia menjelaskan, daun sirih dipilih sebagai bahan utama karena memiliki kandungan antibakteri alami. Untuk memberikan aroma yang lebih segar, produk tersebut dipadukan dengan ekstrak jeruk nipis.
Respons positif dari konsumen membuat Roteni semakin optimistis mengembangkan usahanya. Saat ini, Bunda Fresh telah dipasarkan dalam berbagai pilihan kemasan, mulai dari pouch 250 mililiter, 450 mililiter, botol pompa 500 mililiter, botol dan pouch 750 mililiter, kemasan 1 liter, hingga jeriken berkapasitas 5 liter.
Melihat potensi usaha tersebut, PT Timah memberikan pendampingan agar seluruh persyaratan legalitas usaha dapat segera dipenuhi.
Menurut Roteni, proses pengurusan perizinan membutuhkan biaya yang tidak sedikit sehingga pendampingan dari PT Timah sangat membantu pelaku usaha kecil seperti dirinya.
“PT Timah membantu biaya pengurusan sertifikat halal, izin edar, sampai Hak Kekayaan Intelektual. Saya merasa benar-benar didampingi dan dibina, sehingga prosesnya lebih cepat. Ini sangat membantu kami dan kami merasakan manfaatnya,” ungkapnya.
Dengan telah terbitnya izin edar, Roteni kini mulai menyusun langkah ekspansi pemasaran. Ia menargetkan produk Bunda Fresh dapat masuk ke supermarket, minimarket, maupun toko-toko modern di Bangka Belitung.
Selain memperluas pasar, ia juga mulai mempersiapkan peningkatan kapasitas produksi. Menurutnya, tantangan berikutnya adalah memastikan ketersediaan bahan baku daun sirih yang selama ini masih mengandalkan kebun milik KWT.
“Kalau pasarnya sudah berkembang, tentu produksi juga harus ditingkatkan. Kendala kami sekarang adalah bahan baku daun sirih yang masih terbatas. Kami ingin mencari lahan tambahan supaya bisa memenuhi kebutuhan produksi,” jelasnya.
Ke depan, Roteni berharap sabun cuci piring daun sirih Bunda Fresh tidak hanya berkembang menjadi produk unggulan daerah, tetapi juga mampu membuka lapangan pekerjaan bagi anggota Kelompok Wanita Tani maupun masyarakat di sekitarnya.
“Harapan saya usaha ini bisa semakin besar, membuka rumah produksi, dan melibatkan lebih banyak ibu-ibu di sekitar sini sehingga bisa menambah penghasilan keluarga,” katanya. (*)










