Scroll untuk baca artikel
Pasang Iklan
Pasang Iklan Pasang Iklan
Berita

BGN Targetkan 5.000-10.000 SPPG Layani MBG Prasmanan hingga Akhir 2026

×

BGN Targetkan 5.000-10.000 SPPG Layani MBG Prasmanan hingga Akhir 2026

Sebarkan artikel ini

Menurutnya, sistem tersebut juga memungkinkan siswa mengambil tambahan makanan apabila masih lapar, selama tetap sesuai dengan ketentuan porsi dan kebutuhan gizi. Dengan demikian, makanan yang disediakan dapat dikonsumsi secara optimal dan risiko makanan tersisa dapat ditekan.

“Jadi orangnya dapat porsi sesuai dengan takaran gizinya tapi masih ada spare, nah spare-nya itu orang bisa, kalau masih lapar bisa nambah jadi ini, so far so good dan kami ingin ini mandatory, harus dilaksanakan seluas-luasnya terhadap semua dapur dan semua sekolah,” jelasnya.

Sudaryono mengatakan, untuk sekolah dengan jumlah siswa yang besar, misalnya mencapai 3.000 orang, dapur dapat dibangun di lingkungan sekolah.

Sementara itu, sekolah dengan jumlah siswa lebih sedikit, misalnya di bawah 1.000 orang, akan dilayani melalui dapur terpusat (central kitchen).

Sudaryono menyebut penerapan metode ini mengacu pada praktik penyediaan makanan di sejumlah negara, termasuk Jepang dan negara-negara Eropa.

“Ini adalah best practice yang kami belajar dari banyak negara dan beberapa negara salah satunya Jepang, kemudian ada dari Eropa juga kami lihat, caranya sama. Jadi sebetulnya ini best practice bukan karangan saya,” pungkasnya.

Herman Yakub.

Pasang Iklan
Akses Terus Biar Update
Berita
Iduladha PWI Bangka Selatan Iduladha Pemkab Basel Iduladha DPRD Basel