Menurut Hendarsam, pemilihan nama Beranda Imigrasi memiliki filosofi tersendiri.
Beranda dimaknai sebagai titik temu terdepan di sebuah rumah sebelum seseorang melangkah menuju tempat yang baru.
Filosofi tersebut menggambarkan semangat pelayanan yang hangat, ramah, dan terbuka, sekaligus menjadi simbol pendampingan Imigrasi bagi masyarakat yang hendak memulai perjalanan ke berbagai negara.
Ia menegaskan, konsep Beranda Imigrasi diarahkan untuk menghadirkan suasana pelayanan yang lebih bersahabat, tanpa mengesampingkan ketertiban administrasi dan profesionalisme.
Gagasan utamanya adalah menghadirkan area layanan berkonsep ramah dan bersahabat yang mengikis kesan kaku birokrasi, namun tetap menjunjung tinggi ketertiban administratif dan profesionalisme.
“Kami ingin masyarakat merasa dekat, nyaman, dan terlayani dengan cepat setiap kali berkunjung ke Beranda Imigrasi,” lanjutnya.
Keberadaan Beranda Imigrasi yang terintegrasi di berbagai pusat aktivitas masyarakat, seperti mal, kampus, dan kawasan terpadu, merupakan bagian dari upaya memperluas akses pelayanan keimigrasian.
Dengan penyeragaman identitas tersebut, masyarakat diharapkan lebih mudah mengenali titik layanan yang tersedia di wilayah masing-masing, sekaligus memperoleh informasi lokasi secara lebih sederhana.
Hendarsam berharap Beranda Imigrasi dapat menjadi wajah pelayanan keimigrasian yang lebih dekat dengan masyarakat, terutama bagi mereka yang membutuhkan layanan dokumen perjalanan.
“Dengan mengusung semangat pelayanan yang dekat, hangat, dan ramah, Beranda Imigrasi siap menjadi sahabat masyarakat dalam mempersiapkan dokumen perjalanan menuju berbagai penjuru dunia,” pungkasnya.
Herman Yakub.
















