Scroll untuk baca artikel
Pasang Iklan
Opini

Catatan 1 tahun Maknyus Pimpin Bangka Barat: “Ade Duit Seneng Belanje”

×

Catatan 1 tahun Maknyus Pimpin Bangka Barat: “Ade Duit Seneng Belanje”

Sebarkan artikel ini

Markus menyadari sekali bahwa kondisi keuangan daerah (APBD) belum cukup mumpuni untuk pembangunan ideal di Bangka Barat. Oleh karena itu lah, pihaknya mengupayakan pelayanan maksimal bagi masyarakatnya, terutama pada aspek-aspek esensial seperti kesehatan, layanan BPJS dan pendidikan.

Markus mengakui bahwa kreatifitas yang tinggi harus menjadi modal penting. Bagaimana kepala daerah kreatif mencari pemasukan keuangan bagi daerah. Membangun kerjasama bisnis melalui BUMD, memaksimalkan badan usaha daerah untuk menghasilkan pendapatan bagi APBD Bangka Barat.

“Pemimpin itu harus kreatif mencari sumber keuangan bagi daerah. Bukan cuma mengandalkan keuangan APBD. Kalau cuma pake uang APBD siapa pun bisa. Tapi mencari pemasukan sumber keuangan, untuk kemudian bisa meningkatkan kemampuan APBD bagi pembangunan daerah, itu lah yang harus dilakukan oleh pemimpin, ” ucap Markus.

Jadi jelas bahwa pemimpin atau kepala daerah itu seharusnya menjadikan kondisi keuangan daerah yang minim sebagai beban moral, untuk secara effisien dalam penggunaannya. Bukan malah menghabiskan APBD untuk pembangunan yang tidak begitu bermanfaat. Kalau kepala daerah taunya cuma mengandalkan APBD, maka tak perlu susah mencari kepala daerah di Babel ini. Karena pada dasarnya anak kecil pun paham bahwa “ade duit seneng belanje.” (*)

Pasang Iklan
Akses Terus Biar Update
Bangka Belitung Dibaca Lewat Lensa Pesta Babi
Opini
Iduladha PWI Bangka Selatan Iduladha Pemkab Basel Iduladha DPRD Basel