“Kader itu ujung tombak. Mereka bisa bantu edukasi soal gizi, pola asuh, dan pentingnya pencegahan stunting sejak dini,” katanya.
Kasi PMKesos Kecamatan Sungai Selan, Gumala Erlena Dewi, juga menyampaikan bahwa kader berperan sebagai penghubung efektif antara tenaga medis dan masyarakat.
“Sosialisasi itu tidak cukup kalau hanya formal. Perubahan perilaku lebih mudah lewat pendekatan kader yang akrab dengan warga,” ujarnya.
Sementara itu, Departement Head Corporate Communication PT Timah Tbk, Anggi Budiman Siahaan menegaskan komitmen perusahaan dalam mendukung kader kesehatan sebagai agen perubahan.
“Kader yang aktif adalah kunci sukses pencegahan stunting. Mereka menyampaikan informasi sekaligus memberi teladan hidup sehat,” tegasnya.
Melalui pelatihan ini, PT Timah berharap kader-kader yang terlibat bisa menjadi garda terdepan dalam upaya menciptakan lingkungan sehat dan memastikan anak-anak di Bangka Tengah tumbuh optimal dan bebas dari stunting. (*)










