Presiden kemudian meminta jajaran TNI setempat untuk mencatat nama-nama para siswa tersebut. “Danrem coba dicatat namanya, karena dia punya keberanian dan leadership langsung lapor ke saya,” kata Prabowo.
Dalam dialog tersebut, Yemisa juga menyampaikan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) belum menjangkau sekolahnya, sementara banyak siswa berasal dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi. “Belum sampai di sekolah kami Pak. Orang tua kami tidak mampu membiayai makan kami,” ujarnya.
Ketika Presiden menyinggung adanya anggapan bahwa program MBG tidak diperlukan, Yemisa langsung menanggapi. “Siapa bilang? Bohong itu Pak,” kata Yemisa.
Selain itu, Yemisa juga menyampaikan harapan agar pemerintah dapat membantu memperbaiki jalan menuju sekolah serta mendukung pembangunan fasilitas di SMK Boronadu, termasuk lapangan sekolah.
Menutup dialog tersebut, Presiden Prabowo berpesan kepada Yemisa dan teman-temannya agar terus belajar dengan sungguh-sungguh. “Belajar yang benar ya,” pesan Presiden.
Herman Yakub.
















