Setiap produk dibuat dengan sentuhan personal yang menjadi ciri khas tersendiri. Keunikan inilah yang membuat produk Studio Dian Tantra mampu bersaing di tengah industri kerajinan yang semakin kompetitif.
Meski terus berkembang, Dian mengakui masih menghadapi tantangan, terutama dalam hal ketersediaan bahan baku. Sebagian besar material harus didatangkan dari luar daerah karena terbatasnya supplier di Belitung.
“Tantangan kami saat ini memenuhi permintaan pasar, sementara bahan baku masih harus didatangkan dari luar daerah,” jelasnya.
Dalam hal pemasaran, Dian masih mengandalkan platform digital serta keikutsertaan dalam berbagai bazar. Dengan dukungan dua karyawan, ia tetap menjaga kualitas sekaligus menghadirkan produk yang eksklusif.
Peran Rumah BUMN Belitung yang dikelola PT Timah menjadi salah satu faktor penting dalam perjalanan usahanya. Selain membantu promosi, Dian juga mendapatkan berbagai pelatihan untuk meningkatkan kapasitas bisnisnya.
“Saya juga mendapatkan banyak pelatihan yang sangat membantu pengembangan usaha,” katanya.
Kisah Dian menjadi bukti bahwa hobi yang ditekuni dengan konsisten dapat berkembang menjadi peluang ekonomi. Dengan dukungan yang tepat, pelaku UMKM lokal mampu naik kelas dan memperluas pasar.
Program Rumah BUMN yang diinisiasi PT Timah pun menjadi bagian dari upaya mendorong kemandirian ekonomi masyarakat, khususnya pelaku usaha kecil di daerah. (*)










