Hidayat juga menyinggung potensi Kabupaten Bangka Induk yang dinilainya sangat cocok untuk dikembangkan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di sektor pariwisata, pelabuhan perdagangan, dan pemanfaatan sumber daya alam.
Secara geografis, Belinyu dinilai sangat strategis dan memiliki kelayakan untuk menjadi pelabuhan ekspor kelas dunia.
“Mudah-mudahan Allah SWT menghendaki, pelabuhan di Belinyu ini bisa menyerap tenaga kerja dan meningkatkan perdagangan. Bila sudah jadi pelabuhan internasional, Belinyu bahkan bisa mengajukan diri menjadi kabupaten sendiri,” ungkapnya.
Dalam kesempatan itu, Hidayat juga menyebutkan bahwa kerja sama dengan PT Hayin sudah dirancang secara matang.
Pemerintah Provinsi Babel, lanjut Hidayat, akan menyiapkan lahan dan potensi sumber daya alam, sementara seluruh pendanaan pembangunan akan ditanggung pihak investor.
“Untuk pelabuhan ekspor, kita sudah fokuskan tetap di Belinyu. Sadai untuk lokal masyarakat, dan Pangkalbalam untuk kapal-kapal kecil,” imbuh Hidayat.
Sementara itu, Yu Jianguo selaku pimpinan PT Hayin menyatakan ketertarikannya terhadap potensi Belinyu. Ia menilai Belinyu sangat ideal untuk dijadikan pelabuhan ekspor utama.
“Semua sumber daya alam dari Kalimantan atau Sumatera nantinya bisa diekspor dari sini,” kata Yu Jianguo menutup pernyataannya. (*)





















