Sekilasindonews.com DAVOS — Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan pembangunan manusia merupakan kunci untuk kemajuan dan kesejahteraan bangsa. Oleh karena itu, di kepemimpinannya saat ini, Prabowo memberikan perhatian penuh pada sektor pendidikan dengan menyediakan akses pendidikan memadai bagi seluruh masyarakat.
“Saya yakin bahwa sumber daya manusia menentukan pertumbuhan dan hasil yang jangka panjang. Pembangunan manusia dan kualitas sumber daya manusia adalah kunci bagi bangsa yang maju dan sejahtera. Kurangnya pendidikan adalah jalan menuju negara gagal,” kata Prabowo saat berpidato di The World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss, Kamis (22/1).
Salah satu program pemerintah untuk menyelenggarakan pendidikan yang inklusif yaitu dengan mendirikan ‘Sekolah Rakyat’. Sekolah ini dikhususkan bagi anak-anak dari keluarga miskin ekstrem. Harapannya, mereka bisa keluar dari lingkaran kemiskinan yang selama ini membelenggu.
“Sejauh ini, kami telah membangun 166 sekolah asrama bagi masyarakat yang sangat miskin. Ini mungkin sesuatu yang unik karena biasanya sekolah asrama hanya diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga mampu. Kini, saya membangun sekolah asrama bagi mereka yang paling miskin,” ujar Prabowo.
“Salah satu syarat untuk masuk sekolah tersebut, mereka harus berasal dari desil terbawah. Kami ingin memutus mata rantai kemiskinan,” tegasnya.
Selain itu, untuk mendorong terwujudnya pendidikan yang modern dan layak, pemerintah memiliki program digitalisasi pendidikan. Lewat program tersebut, pemerintah memberikan papan interaktif digital (PID) ke sekolah-sekolah seluruh Tanah Air.














