Mendengar teriakan itu, Sakka sempat memutar haluan kapal untuk mencari Sapri. Namun setelah itu, Sapri tidak lagi mengetahui keberadaan Sakka, karena kapal yang terbakar tersebut telah menjauh.
Sekitar pukul 02.00 WIB, Sapri berhasil ditemukan oleh nelayan lain bernama Remang yang saat itu juga tengah pulang dari melaut. Sapri kemudian menceritakan kejadian tersebut dan meminta bantuan.
Tak berselang lama, sekitar pukul 07.00 WIB, jasad Sakka ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa oleh seorang nelayan bernama Efrian. Jenazahnya ditemukan terapung di laut, tak jauh dari lokasi kejadian.
Jenazah korban kemudian dibawa ke rumah duka di Desa Tukak Sadai sekitar pukul 07.30 WIB untuk dimakamkan.
Pukul 09.30 WIB, tim medis dari Puskesmas Desa Tiram datang untuk memeriksa jenazah. Berdasarkan hasil pemeriksaan, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan, baik dari benda tajam maupun benda tumpul.
“Hanya ditemukan luka bakar di kaki sebelah kiri sepanjang 12 cm dan lebar 6 cm,” terangnya.
Pihak kepolisian mengimbau para nelayan untuk lebih waspada dan memperhatikan keamanan peralatan saat melaut, khususnya yang menggunakan bahan bakar gas. (*)





















