Ia berharap kemitraan tersebut tidak berhenti pada acara seremonial saja, tetapi juga merambah kebutuhan rutin perusahaan.
“Selain acara besar, saya juga sering dapat pesanan untuk snack rapat. Semoga kerja sama ini terus berlanjut dan perusahaan makin jaya,” ucapnya.
Hal yang sama dirasakan Risma, pemilik Dimsum Bu Nathan. Selama hampir tiga tahun bermitra dengan PT TIMAH Tbk, usahanya perlahan semakin dikenal luas.
“Dampaknya terasa sekali. Bukan hanya penjualan naik, tapi brand kami ikut terangkat. Banyak karyawan yang akhirnya pesan lagi di luar acara,” kata Risma.
Menurutnya, dukungan perusahaan terhadap UMKM memberi rasa percaya diri bagi pelaku usaha kecil untuk terus berkembang.
“Bagi kami yang usaha rumahan, kesempatan seperti ini sangat berarti. Ada kepastian pasar dan kami merasa diperhatikan,” tuturnya.
PT TIMAH Tbk sendiri menegaskan pelibatan UMKM merupakan bagian dari strategi pemberdayaan ekonomi daerah secara berkelanjutan. Perusahaan membuka akses pasar agar pelaku usaha lokal bisa tumbuh seiring aktivitas industri.
Kemitraan tersebut tidak hanya berdampak pada peningkatan omzet jangka pendek, tetapi juga membangun ekosistem ekonomi yang lebih kuat di Pangkalpinang dan sekitarnya.
Melalui langkah ini, PT TIMAH Tbk menunjukkan bahwa kehadiran industri tidak berdiri sendiri, melainkan berjalan seiring dengan denyut kehidupan masyarakat di sekelilingnya. (*)















