Pihaknya juga kedepan akan memanfaatkan bantuan ini untuk pengembangan dengan memilah sampah anorganik dan organik yang akan dimanfaatkan untuk daur ulang.
“Kami berterima kasih apalagi bantuan memang sedang kami butuhkan, jadi angin segar bagi kami, ini akan menunjang kinerja kami untuk bisa lebih berkembang dan jadi BUMDEs Mandiri, luar biasa PT Timah,” ucapnya.
Tidak hanya di sektor lingkungan, sektor peternakan juga mendapat dorongan. Direktur BUMDes Harapan Makmur Desa Rias, Bangka Selatan, Supendi, menjelaskan bantuan ini nantinya akan dimanfaatkan untuk mengembangkan peternakan bebek petelur, yang dinilai sesuai dengan potensi desa mereka.
Supendi mengaku, BUMDEs yang telah berdiri sejak tahun 2018 ini memang memiliki kendala dalam mengembangkan usaha karena keterbatasan modal.
Ia berharap, dengan adanya bantuan modal usaha dari PT Timah ini bisa membuat BUMDes yang dikelolanya bisa semakin maju dan mandiri.
“Bantuan yang telah kami terima akan digunakan untuk peternakan bebek petelur karena usaha ini kami lihat sesuai potensi alam dan di Desa Rias. Semoga dengan adanya bantuan dari PT Timah ini, BUMDes kami bisa semakin berkembang baik dan maju lagi,” harapnya.
Sementara itu, BUMDes Babel Betapak Desa Batu Belubang, Bangka Tengah, memilih mengembangkan sektor pariwisata.
Wakil Ketua BUMDes, Ismail Muridan, menyebut dana bantuan ini akan digunakan untuk membeli alat transportasi laut guna mengantar wisatawan ke pulau-pulau sekitar seperti Pulau Panjang, Semujur, dan Ketawai.
“Desa kami punya potensi besar di sektor pariwisata dan kelautan. Bantuan ini akan sangat bermanfaat untuk mendukung pengembangan wisata yang sudah kami kelola bersama Pokdarwis,” ungkapnya.
Dengan suntikan modal ini, PT Timah berharap BUMDes dapat menjadi motor penggerak ekonomi desa yang mandiri dan berkelanjutan. Tak hanya meningkatkan pendapatan, tapi juga membangun kemandirian masyarakat desa secara menyeluruh. (*)










