Narasumber lain menyebut aktivitas penambangan di laut juga diduga melibatkan jaringan yang sama. “Akbar juga ada main timah di laut Sanfur, Tanjung Gunung, Tempilang, Belinyu, Rebo dan lainnya. Balutan bisnisnya menggunakan SPK PT Timah,” katanya.
Saat penelusuran di lokasi, terlihat aktivitas pekerja yang diduga mengolah pasir timah dengan tumpukan karung berisi material diduga timah di area belakang rumah. Ketika wartawan mendatangi lokasi, seorang pria yang diduga Akbar berkata, “Cari siapa pak, ngomong sama saya saja langsung.”
Sementara itu, Batak yang disebut sebagai orang kepercayaan Akbar mengaku tidak berada di lokasi. “Saya lagi di luar, Bang. Bos Akbar juga lagi di luar,” ujarnya melalui sambungan telepon.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari Polda Bangka Belitung, Kejaksaan Tinggi Bangka Belitung, Satgas Tricakti, maupun pihak PT Timah terkait dugaan tersebut. Redaksi masih berupaya memperoleh konfirmasi dari seluruh pihak guna memenuhi prinsip keberimbangan sesuai Kode Etik Jurnalistik.(Red)
















