Sumber tersebut juga menyebut Afuk diduga melakukan praktik serupa.
“Afuk juga dengan modus jebol barcode MyPertamina. Anehnya sampai sekarang belum ada yang berani menyentuh, padahal mereka bisa dibilang pemain besar,” ujarnya.
Meski isu dugaan penyelewengan BBM subsidi ini telah mencuat ke publik dan menjadi perbincangan hangat di sejumlah media lokal, hingga kini belum terlihat adanya tindakan tegas dari aparat penegak hukum terhadap kedua nama tersebut.
Upaya konfirmasi telah dilakukan kepada Sermi dan Afuk melalui pesan singkat WhatsApp, Senin (25/11/2025) malam. Namun hingga berita ini diturunkan, keduanya belum memberikan tanggapan atau memilih bungkam.
Sementara itu, Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) disebut tengah diupayakan untuk dimintai klarifikasi terkait dugaan penyelewengan BBM subsidi tersebut.
Masyarakat berharap aparat penegak hukum dapat segera turun tangan untuk mengusut tuntas dugaan mafia BBM subsidi ini, mengingat praktik tersebut dinilai merugikan negara sekaligus masyarakat kecil yang berhak menerima BBM subsidi. (*)















