Pemkab Bangka menyambut baik inisiatif ini. Meski menghadapi keterbatasan anggaran, dukungan akan terus diberikan.
“Festival ini aset budaya. Tahun depan kami upayakan lebih spektakuler,” kata Asisten I PJ Bupati Bangka, Rismi Wiramadonna.
Sementara itu, Ketua Lembaga Adat Masyarakat (LAM) Kabupaten Bangka, Suparman Idris, mendorong kolaborasi lintas sektor.
“Banyak tradisi belum terangkat. Perlu dukungan akademisi, swasta, dan pemerintah. Jangan hanya PT Timah, semua pihak harus ikut,” ujarnya.
Festival ditutup dengan makan bersama, diskusi budaya, dan sesi open house di rumah adat warga. Kegiatan ini juga menjadi sarana promosi wisata budaya Bangka.
“Ini baru awal. Kami yakin, dengan kolaborasi, Festival Nujuh Jerami ini bisa mendunia,” pungkas Risal.










