“Harapannya, program yang disusun tidak hanya berkelanjutan, tetapi juga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara langsung,” tambahnya.
Dalam pembahasan tersebut, terdapat tiga fokus utama yang menjadi perhatian. Pertama, menyerap aspirasi dan gagasan lokal secara langsung dari masyarakat dan pemerintah daerah.
Kedua, memaparkan capaian program RIPPM sebelumnya secara terbuka. Ketiga, merumuskan pola kolaborasi yang lebih efektif antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat.
Untuk memperdalam pembahasan, forum dibagi ke dalam lima pilar utama pemberdayaan, yakni pendidikan, kesehatan, peningkatan pendapatan masyarakat, penguatan kemandirian ekonomi, serta pelestarian lingkungan.
Pendekatan ini diharapkan mampu menghasilkan program yang lebih terarah, terukur, dan mudah diimplementasikan di lapangan.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Bangka Selatan, Hefi Nuranda, menegaskan pentingnya memastikan hasil dari forum ini benar-benar memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
“Harapan kami, kegiatan ini bukan sekadar seremonial, tetapi benar-benar memberikan dampak positif, mendorong kemandirian masyarakat, dan meningkatkan taraf hidup,” tegasnya.
Ia juga berharap program yang dirumuskan mampu menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya di wilayah yang terdampak aktivitas pertambangan.
“Sehingga kehadiran perusahaan bisa memberikan manfaat yang seimbang, baik secara sosial maupun ekonomi,” pungkasnya.















