Gubernur menyebutkan bahwa proyek di KEK Belinyu mencakup pembangunan pelabuhan bertaraf internasional, yang akan mempercepat arus logistik dan ekspor dari Pulau Bangka.
Sementara di kawasan Pasir Padi, investor China akan mengembangkan reklamasi yang ditujukan untuk dijadikan kota wisata baru dengan konsep pembangunan modern dan berkelanjutan.
“Kedatangan kali ini lebih teknis. Tim dari China nanti akan dibawa kembali ke sana untuk menyusun konsep teknis dan bisnisnya. Selanjutnya tinggal bagaimana kontraknya, karena lokasinya sudah cocok. Pemerintah siap memangkas birokrasi agar investor nyaman,” ujar Hidayat.
Sementara itu, Mr. Yu Jianguo, melalui penerjemahnya, menyambut baik kerja sama yang ditawarkan. Ia menilai Pulau Bangka memiliki posisi strategis yang sebanding dengan Singapura, dan bahkan potensial menjadi pusat logistik nasional, termasuk untuk ekspor batu bara dari Kalimantan serta penyimpanan minyak mentah.
“Pulau Bangka berada di jalur strategis antara pulau-pulau Indonesia. Kami melihat peluang besar untuk menjadikan Bangka sebagai titik ekspor batu bara dan terminal penampung minyak mentah seperti di Singapura,” ujarnya.
Langkah agresif Gubernur Hidayat dalam menjaring investasi ini sejalan dengan komitmennya untuk mempercepat pembangunan infrastruktur dan ekonomi di Bangka Belitung, sekaligus membuka lapangan kerja baru dan mendorong pertumbuhan kawasan industri. (*)





















