Erwandi menyebut, dunia pendidikan saat ini menuntut lahirnya generasi dengan kemampuan menyeluruh yang dikenal dengan konsep 5C, yakni berpikir kritis, kreatif, kolaboratif, komunikatif, serta berkarakter.
Ia menekankan, di tengah pesatnya perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (AI), peran guru tetap tidak tergantikan, terutama dalam membentuk karakter siswa.
“Teknologi bisa membantu pengetahuan, tapi pembentukan karakter tetap bergantung pada peran guru di sekolah,” katanya.
Terkait pengisian jabatan kepala sekolah, Erwandi memastikan akan dilakukan pemetaan berbasis kompetensi. Saat ini, sejumlah posisi masih diisi oleh pelaksana tugas (Plt).
Ke depan, pengisian jabatan tersebut akan disesuaikan dengan kualifikasi yang ditetapkan, meskipun terdapat kebijakan yang memberikan fleksibilitas bagi calon kepala sekolah untuk memenuhi persyaratan pendidikan secara bertahap.
Dengan berbagai langkah tersebut, Pemkot Pangkalpinang berharap momentum Hardiknas 2026 benar-benar menjadi titik awal perbaikan sistem pendidikan yang lebih merata dan berkualitas.
Redaksi.





















