Dari sisi komponen, inflasi inti tercatat sebesar 0,23 persen. Kenaikan ini dipicu oleh harga sejumlah barang seperti minyak goreng, makanan siap saji, hingga barang elektronik seperti ponsel dan laptop.
Sementara itu, harga yang diatur pemerintah juga mengalami kenaikan 0,69 persen, terutama karena penyesuaian tarif angkutan udara, bensin, bahan bakar rumah tangga, dan rokok.
Di sisi lain, komponen harga bergejolak justru mengalami deflasi cukup dalam, yakni 0,88 persen. Penurunan harga pada komoditas pangan seperti daging ayam, cabai, dan telur menjadi faktor utama yang menahan laju inflasi bulan ini.
Secara wilayah, mayoritas daerah mengalami kenaikan harga. Sebanyak 30 provinsi mencatat inflasi, sementara 8 provinsi mengalami deflasi.
Inflasi tertinggi terjadi di Papua Barat sebesar 2,00 persen, sedangkan deflasi terdalam tercatat di Maluku sebesar 0,17 persen.
Dengan kondisi ini, inflasi April 2026 dinilai masih dalam batas aman, ditopang oleh turunnya harga sejumlah bahan pangan yang mampu menahan tekanan dari kenaikan biaya transportasi.
Herman Yakub.





















