Namun, Riki juga menyampaikan bahwa meskipun hubungan dengan manajemen terus dijalin, IKT tidak segan untuk menyampaikan sikap tegas atas beberapa kebijakan yang belum mendapatkan perhatian dari manajemen.
“Kami telah meminta pertanggungjawaban manajemen melalui mekanisme bipartit sesuai dengan aturan yang berlaku,” lanjutnya.
Riki juga menegaskan bahwa tuntutan IKT bukan sekadar terkait masalah jasprod atau bonus, melainkan menyangkut kesiapan manajemen dalam mengimplementasikan kebijakan yang lebih fundamental, seperti penerapan KPI dan PPI yang saat ini dianggap belum siap dijalankan dengan baik oleh manajemen.
“Hal ini berkaitan dengan kesiapan Direktorat SDM dalam menghadapi dampak penerapan kebijakan tersebut. Kami yakin, dengan komunikasi yang terus dibangun, semua pihak akan bisa menemukan jalan terbaik demi kemajuan bersama,” tegas Riki.
Di penghujung sambutannya, Riki mengajak seluruh anggota IKT dan karyawan PT Timah untuk terus menjaga semangat juang dan soliditas demi mewujudkan kesejahteraan yang lebih baik.
“Mari kita tetap bersatu dan berjuang untuk mewujudkan masa depan yang lebih sejahtera untuk semua,” tutupnya. (*)










