Scroll untuk baca artikel
Pasang Iklan
Berita PT TimahKab. Bangka

Kampung Adat Gebong Memarong, Jejak Budaya Mapur yang Dihidupkan Kembali Bersama PT Timah

×

Kampung Adat Gebong Memarong, Jejak Budaya Mapur yang Dihidupkan Kembali Bersama PT Timah

Sebarkan artikel ini
Kampung Adat Gebong Memarong, Jejak Budaya Mapur yang Dihidupkan Kembali Bersama PT Timah
Aktivitas Masyarakat Adat Mapur Kampung Adat Gebong Memarong di Dusun Air Abik, Desa Gunung Muda, Kabupaten Bangka. (dok. timah.com)

“Lewat kolaborasi ini, kami ingin masyarakat adat tetap menjadi subjek dari pelestarian. Karena itu, kami memberikan berbagai pelatihan untuk meningkatkan kapasitas mereka, sebab mereka (masyarakat adat Mapur_red) adalah pelaku utama yang menjaga tradisi dan melestarikan kearifan lokal di wilayah tersebut,” tukas Anggi.

Sementara itu, Ketua Harian Lembaga Adat Mapur, Asih Harmoko menuturkan, sejak berdirinya Kampung Adat Gebong Memarong, PT Timah tak pernah absen mendampingi masyarakat adat Mapur.

Menurutnya, dukungan ini membuat kampung adat semakin dikenal luas dan bermanfaat bagi pendidikan generasi muda.

“Semoga PT Timah makin sukses dan terus mendukung program pelestarian adat budaya masyarakat, tidak hanya di Mapur saja tapi juga mendukung tradisi lainnya agar tradisi masyarakat Babel terus terjaga,” tutur Asih Harmoko.

Ia menambahkan berkat dukungan perusahaan pertambangan plat merah ini, Kampung Adat Gebong Memarong kerap didatangi pelajar, wisatawan maupun masyarakat umum.

Bahkan, lanjut Asih, Kampung Adat Mapor ini juga dikenal sebagai tempat wisata edukasi bagi mahasiswa dan pelajar.

“Saat ini kami telah bekerja sama dengan universitas atau sekolah-sekolah yang ada di Bangka Belitung. Bahkan di Tahun 2025 ini saja sudah ada lebih dari 2.000 pelajar dan mahasiswa yang berkunjung ke Kampung Adat ini. Harapannya, PT Timah terus mendukung pelestarian tradisi, tidak hanya di Mapur tapi juga di daerah lain di Bangka Belitung,” ujarnya.

Kini, Kampung Adat Gebong Memarong tak lagi sekadar deretan bangunan adat yang berdiri kokoh. Melainkan kampung ini menjadi rumah harapan, tempat budaya dan kemajuan berjalan beriringan.

Sebab, menjaga warisan bukan berarti menolak perubahan, melainkan menghadirkan masa depan yang tetap berpijak pada akar kuat sejarah masyarakat Mapur. (*)

Pasang Iklan
Akses Terus Biar Update
Iduladha PWI Bangka Selatan Iduladha Pemkab Basel Iduladha DPRD Basel