Hingga berita ini diturunkan, pihak Pertamina Patra Niaga Regional Sumbangsel masih belum memberikan pernyataan resmi terkait kondisi tersebut.
Pasokan Pertamax Terlambat, Petugas Pantau Distribusi BBM di SPBU Keramat
Petugas memantau distribusi BBM bersubsidi di SPBU Kampung Keramat, Kecamatan Rangkui, Pangkalpinang, Selasa (18/11) sekitar pukul 14.17 WIB.
Pemantauan dilakukan buntut antrean panjang kendaraan serta keterlambatan pasokan Pertamax.
Pengelola SPBU Keramat, Tomi, mengatakan pihaknya telah mengambil langkah untuk mengurangi antrean, khususnya pengguna Bio Solar.
“Mobil yang hendak mengisi Bio Solar kami arahkan mulai parkir sejak pukul 04.00 WIB. Distribusi kami mulai pukul 05.00 WIB,” ujar Tomi.
Ia menjelaskan pengiriman BBM dari Pertamina ke SPBU Keramat dilakukan rutin tiap minggu. Pertalite dikirim enam kali sepekan dengan volume 16 KL per pengiriman. Bio Solar juga enam kali per minggu dengan volume 8 KL.
Untuk Pertamax, pengiriman dijadwalkan tiga kali seminggu dengan kapasitas 8 KL.
Namun pada Jumat (14/11), SPBU hanya menerima 4 KL. Stok itu habis pada Sabtu (15/11), dan hingga Selasa (18/11) siang belum ada pasokan masuk.
“Pertamina menyampaikan ada keterlambatan karena cuaca buruk. Sekitar pukul 14.00 WIB hari ini, pasokan Pertamax 8 KL akhirnya tiba,” kata Tomi.
Adapun Pertamina Dex tiba sebulan sekali dengan volume 8 KL.
Tomi memastikan harga seluruh jenis BBM tetap sesuai ketentuan: Bio Solar Rp6.800, Pertalite Rp10.000, Pertamax Rp12.500, Pertamina Dex Rp14.500 per liter.
Pemantauan dilakukan untuk memastikan distribusi BBM bersubsidi berjalan lancar, tepat sasaran, dan mencegah penumpukan kendaraan di SPBU.(tim)















