Semoga, diharapkannya, hujan yang turun nantinya tidak hanya mengatasi kebutuhan air, tetapi juga membawa keberkahan bagi masyarakat Bangka Belitung.
“Mudah-mudahan Allah juga akan memberikan keberkahan kepada kita semua, keberkahan kepada masyarakat Provinsi Bangka Belitung, dan sudah barang tentu dengan turunnya hujan Allah juga berikan keberkahan kepada kita,” harap Ustaz Yasir.
Tak lupa Ia mengingatkan jemaah agar tetap bersabar dalam menghadapi kondisi tersebut. Menurutnya, kemarau yang dirasakan saat ini merupakan ujian kecil dibandingkan dengan ujian yang akan dihadapi manusia di akhirat.
“Saya ingin menyampaikan bahwa ini ujian kecil sekali dibandingkan ujian-ujian yang akan kita hadapi di hari kiamat nanti. Untuk itu, kita banyak bersabar, innallaha ma’ashobirin,” katanya.Ia kemudian menggambarkan kondisi sebagian masyarakat yang terdampak kekeringan.
“Banyak saudara-saudara kita yang sekarang masih membeli air di mana-mana, di mana-mana kering, kemudian sampai nyuci di sungai. Maka dari itu kita berdoa mudah-mudahan semuanya dimudahkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala,” tandasnya.
Dalam rangkaian ibadah tersebut, jemaah juga menjalankan sunnah Salat Istisqa dengan membalikkan serban. Doa dipanjatkan agar Allah SWT menurunkan hujan yang membawa keberkahan bagi masyarakat, hewan ternak, serta alam sekitar.
Usai pelaksanaan Salat Istisqa’, kegiatan dilanjutkan dengan pemberian santunan kepada 20 anak yatim dan yatim piatu kerja sama Pemprov Babel dan Baznas Babel.
Santunan tersebut yang disalurkan melalui Biro Kesejahteraan Rakyat Setda Babel dengan nilai Rp150 ribu untuk masing-masing anak, atau total Rp3 juta.
















