Kesempatan itu datang ketika Desi mengetahui adanya program khitanan massal gratis PT Timah. Ia pun membawa anaknya untuk mengikuti kegiatan tersebut.
“Alhamdulillah, bisa mengkhitankan anak dan memenuhi permintaannya. Sebelumnya belum bisa karena belum ada biaya untuk sunat. Khitanan gratis ini sangat membantu ekonomi kami yang hanya bekerja di laundry,” ungkap Desi.
Bagi Desi, program tersebut memberikan ruang lega bagi keluarganya. Kebutuhan khitan anak yang sebelumnya tertunda akhirnya dapat dipenuhi tanpa harus mengurangi anggaran untuk kebutuhan rumah tangga lainnya.
Ia berharap kegiatan sosial seperti ini dapat terus dilaksanakan karena manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat, khususnya keluarga yang memiliki keterbatasan ekonomi.
“Harapannya program ini bisa terus dijalankan karena sangat bermanfaat untuk masyarakat kurang mampu seperti kami. Terima kasih banyak PT Timah, semoga mendapat berkah dari Allah,” katanya.
Kebahagiaan yang sama juga dirasakan orang tua peserta khitanan massal di Kabupaten Bangka Tengah.
Wana mengantarkan putranya, Haikal, untuk mengikuti program tersebut. Ia mengaku bersyukur karena anaknya dapat menjalani khitan tanpa harus mengeluarkan biaya.
Bukan hanya gratis, Wana juga merasa lega karena Haikal disebut tidak merasakan sakit selama menjalani proses khitan.
“Luar biasa senang adanya kegiatan ini. Gratis semua prosesnya dan adik juga ikut senang karena enggak merasa sakit,” ujar Wana.
Program khitanan massal ini merupakan salah satu rangkaian Bulan Bakti dalam rangka memperingati HUT ke-50 PT Timah. Selain khitanan massal, perusahaan juga menghadirkan kegiatan donor darah serta pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat.
Khitanan massal sendiri menjadi agenda sosial yang rutin digelar PT Timah setiap memperingati hari jadi perusahaan dan menjadi salah satu kegiatan yang dinantikan masyarakat. (*)










