Namun di tengah perkembangan tersebut, Bohal juga menghadapi tantangan. Ia mengakui daya beli masyarakat saat ini mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya.
“Kondisi sekarang memang agak berbeda, daya beli menurun. Jadi kami harus lebih berhati-hati dalam menambah stok, terutama barang yang cepat kedaluwarsa,” kata Bohal Sinaga.
Untuk menyiasati hal itu, ia menerapkan strategi dengan membatasi stok barang tertentu serta lebih selektif dalam memilih produk yang dijual, menyesuaikan dengan kebutuhan dan tren di masyarakat.
Salah satu faktor yang turut mendorong perkembangan usahanya adalah dukungan dari PT Timah melalui program kemitraan. Pada tahun 2025, Bohal mendapatkan bantuan pinjaman modal yang digunakan untuk memperluas usaha dan menambah stok barang.
Menurutnya, akses permodalan menjadi salah satu kendala utama bagi pelaku UMKM untuk berkembang, sehingga kehadiran program tersebut sangat membantu.
“Program ini sangat membantu, terutama untuk menambah modal usaha. Jadi kami bisa berkembang lebih cepat,” ujarnya.
Ke depan, Bohal berencana terus mengembangkan usahanya dengan menambah variasi produk, termasuk kemungkinan menjual furnitur. Ia juga berharap usahanya dapat membuka peluang kerja bagi masyarakat sekitar.
Bohal pun menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan PT Timah dan berharap program serupa terus berlanjut.
“Terima kasih kepada PT Timah yang sudah membantu UMKM seperti kami. Semoga ke depan semakin banyak masyarakat yang terbantu dan ekonomi daerah bisa terus bergerak,” tutupnya.















