Meski demikian, Misbakhun mengakui PT Timah Tbk masih menghadapi sejumlah tantangan yang perlu segera diselesaikan agar kontribusi perusahaan dapat semakin optimal.
“PT Timah Tbk memiliki peran strategis dan kontribusinya cukup dirasakan masyarakat, baik secara sosial maupun melalui rehabilitasi lahan pascatambang. Namun memang masih ada tantangan operasional yang perlu dibenahi,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Direktur Utama PT Timah Tbk, Harry Budi Sidharta, memaparkan proses bisnis perusahaan secara menyeluruh, mulai dari tahap eksplorasi, penambangan, pengolahan, hingga kegiatan pascatambang.
Ia juga menjelaskan tantangan utama yang dihadapi perusahaan, khususnya terkait tumpang tindih wilayah izin usaha pertambangan (IUP) dengan sektor lain.
“PT Timah Tbk terus menggencarkan eksplorasi untuk meningkatkan sumber daya dan cadangan timah. Kami memiliki sekitar 80 persen IUP timah di Bangka Belitung, namun sebagian masih tumpang tindih dengan sektor lain. Ini terus kami upayakan penyelesaiannya agar IUP perusahaan bisa dioptimalkan,” jelas Harry.
Dalam kesempatan tersebut, manajemen PT Timah Tbk menyampaikan apresiasi atas kunjungan Komisi XI DPR RI dan berharap dukungan legislatif dalam upaya peningkatan kinerja perusahaan.
Harry menegaskan, dukungan tersebut penting agar PT Timah Tbk dapat terus berkontribusi lebih besar bagi negara, sekaligus mendorong kesejahteraan masyarakat di daerah penghasil tambang secara berkelanjutan.
“Kami berharap sinergi ini dapat terus terjalin, sehingga PT Timah Tbk mampu meningkatkan kinerja perusahaan dan memberikan kontribusi yang lebih optimal bagi negara dan masyarakat,” pungkasnya. (*)










