“PT Timah Tbk tidak hanya mendukung pelestarian adat dan budaya. Mereka juga membangun Kampung Adat Gebong Memarong dan memberdayakan masyarakat melalui pelatihan guide lokal, kerajinan perempuan, hingga membatik,” ungkap Asih.
Menurutnya, sinergi ini tidak hanya menjaga warisan leluhur, tetapi juga memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat Dusun Air Abik, seperti peluang wisata, usaha lokal, dan edukasi sejarah bagi generasi muda.
“Kami berharap sinergitas ini terus berlanjut. Pelestarian budaya ini membawa manfaat besar, dari ekonomi, wisata, sampai pendidikan sejarah,” ujarnya.
Komitmen PT Timah Tbk tidak berhenti di sana. Perusahaan juga konsisten mendukung Ritual Rebo Pusaka Tahunan Setana Jering Amantubillah di Rumah Adat Jering, Desa Pelangas, Simpang Teritip, Bangka Barat.
Yang di Pertua Setana Jering Amantubillah, Dr. Sardi, turut mengapresiasi konsistensi perusahaan tersebut.
“Kami sangat berterima kasih karena PT Timah tidak pernah bosan mendukung kegiatan kami. Setiap tahun mereka hadir membantu terselenggaranya ritual adat ini,” katanya.
Sementara itu, Sejarawan dan Budayawan Babel, Akhmad Elvian, menilai PT Timah Tbk telah menjalankan peran penting dalam membantu pemerintah daerah melestarikan kebudayaan lokal melalui program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan.
“Dukungan PT Timah Tbk terlihat nyata, terutama dalam perlindungan, pembinaan, pengembangan, dan pemanfaatan Sepuluh Objek Pemajuan Kebudayaan dan Cagar Budaya,” jelas Elvian.
Ia menambahkan bahwa upaya perusahaan dalam merehabilitasi aset-aset bersejarah, mendukung revitalisasi tradisi, serta memfasilitasi kegiatan adat telah membantu memastikan agar adat istiadat masyarakat Babel tetap terjaga dan tidak hilang ditelan zaman.
“PT Timah Tbk terus merawat berbagai situs sejarah yang memiliki nilai penting bagi perjalanan sejarah daerah dan nasional. Ini langkah besar dalam menjaga memori kolektif masyarakat,” tutupnya. (*)










