Keduanya langsung diamankan ke Mapolres untuk proses lebih lanjut, sementara remaja lainnya diberikan pembinaan dan diminta kembali ke rumah masing-masing.
Tak hanya itu, dari pemeriksaan lanjutan terhadap salah satu remaja yang diamankan, hasil tes urine menunjukkan positif mengandung metamfetamin dan amfetamin.
“Untuk penanganan lebih lanjut akan dikoordinasikan dengan BNNK Bangka Selatan,” ujar Kapolres.
Ia menegaskan, kepemilikan senjata tajam tanpa izin dan penyalahgunaan narkotika merupakan pelanggaran hukum yang dapat diproses sesuai ketentuan yang berlaku.
Kapolres menambahkan, KRYD akan terus digelar secara berkala guna menekan potensi tindak kriminalitas, terutama yang melibatkan remaja.
“Kami ingin memberikan rasa aman bagi masyarakat. Peran orang tua juga sangat penting untuk mengawasi anak-anaknya agar tidak terlibat pergaulan yang berisiko,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan para orang tua agar lebih aktif mengawasi aktivitas anak-anaknya, khususnya pada malam hari.
“Jangan sampai anak-anak kita terjerumus pergaulan bebas, narkoba, atau membawa senjata tajam. Masa depan mereka dipertaruhkan,” katanya.
Hingga kegiatan berakhir, situasi di wilayah Kecamatan Toboali dilaporkan tetap aman dan kondusif. Polres Bangka Selatan memastikan komitmen menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat akan terus diperkuat.
“Kami ingin Bangka Selatan tetap aman, tertib, dan bebas dari narkoba serta aksi geng motor. Itu komitmen kami,” tutup Kapolres. (*)





















