“Kita berharap aspirasi dan potensi yang disampaikan pemerintah daerah dapat ditindaklanjuti melalui komunikasi dengan mitra parlemen maupun forum internasional yang relevan, ” terangnya.
Kabupaten Toba sendiri memiliki daya tarik pariwisata yang cukup besar. Wilayah ini berada di kawasan Danau Toba yang merupakan bagian dari Kaldera Toba UNESCO Global Geopark, salah satu kawasan wisata unggulan Indonesia yang memiliki nilai geologi, budaya, dan keindahan alam.
Berdasarkan data yang disampaikan, jumlah kunjungan wisatawan nasional ke Kabupaten Toba mencapai sekitar 714.000 pada 2025, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Angka tersebut menunjukkan adanya peluang untuk terus mengembangkan sektor pariwisata sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat.
“Tidak hanya mengandalkan pariwisata, Kabupaten Toba juga memiliki lebih dari 10.000 pelaku UMKM yang berpotensi menjadi bagian penting dalam penguatan ekonomi lokal, ” tegasnya.
Di sektor pertanian, daerah ini memiliki sejumlah komoditas unggulan, di antaranya kopi dengan produksi sekitar 4.254,29 ton per tahun, serta jagung, bawang merah, dan beras.
Beragam potensi tersebut dinilai dapat menjadi modal untuk memperluas pasar produk lokal, meningkatkan nilai tambah komoditas pertanian, sekaligus memperkenalkan kekayaan daerah kepada masyarakat internasional.
“Melalui penguatan diplomasi parlemen, kita mendorong produk UMKM, hasil pertanian, dan destinasi wisata Kabupaten Toba memiliki kesempatan lebih luas untuk dikenal di pasar global, ” Paparnya.
Herman Yakub.
















