Selain memastikan kualitas layanan, Esthon berharap operasional dapur MBG mampu menggerakkan ekonomi masyarakat lokal. Ia mendorong agar kebutuhan dapur dipenuhi dari sumber daya daerah setempat, termasuk dengan memprioritaskan tenaga kerja lokal.
“Program ini bukan hanya soal pemenuhan gizi, tetapi juga harus mampu menghadirkan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar,” ungkapnya.
Dalam kunjungan tersebut, Esthon turut didampingi Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Malaka, Benny Chandradinata, serta sejumlah tenaga ahli, di antaranya Agung Hardiyanto dan Marco Foenay.
Selain meninjau pelaksanaan MBG, rombongan juga memantau perkembangan Program Koperasi Desa Merah Putih di Kabupaten Malaka.
Benny Chandradinata mengungkapkan, hingga saat ini telah dibangun 13 dapur MBG di Kabupaten Malaka dan 12 dapur lainnya masih dalam tahap pembangunan.
Sementara itu, Program Koperasi Desa Merah Putih telah terealisasi di 122 desa dari total 127 desa di wilayah tersebut.
Menurutnya, sinergi antara Program MBG dan Koperasi Desa Merah Putih diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan, membuka lapangan kerja, serta meningkatkan perputaran ekonomi masyarakat hingga ke wilayah perbatasan Indonesia.
Herman Yakub.
















