Ekspor Timah RI Naik 177%
Sementara itu, harga timah global menunjukkan tren stabilisasi didukung stok ketat dan pasokan terbatas. Hingga akhir Juni 2025, persediaan timah di gudang London Metal Exchange (LME) turun 53,3 persen menjadi 2.220 ton dari posisi awal tahun 4.760 ton.
Ekspor timah Indonesia pada semester I 2025 melonjak 177 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Permintaan dari industri elektronik, khususnya solder dan chemical, masih tinggi, terutama dari Jepang dan Tiongkok.
Kinerja Keuangan Tetap Sehat
Meski laba usaha turun menjadi Rp380 miliar dari Rp687 miliar, kondisi keuangan TINS tetap stabil. Quick Ratio tercatat 63,6%, Current Ratio 204,1%, Debt to Asset Ratio 40,8%, dan Debt to Equity Ratio 69%.
“Perseroan berada dalam posisi keuangan yang cukup stabil untuk mendukung operasional ke depan,” kata Fina.
Ke depan, PT Timah menargetkan produksi bijih 21.500 ton Sn dan logam timah 21.545 metrik ton pada 2025, dengan lima strategi utama, termasuk penguatan hilirisasi dan pengembangan ekosistem electric vehicle. (*)
Sumber: timah.com










