Proses verifikasi pun dilakukan dengan cermat, tim PT Timah bahkan datang langsung ke rumah Darmadi untuk memastikan data administrasi dan kondisi keluarga sesuai dengan persyaratan program.
Ditambah dukungan penuh dari keluarga membuat langkah Darmadi kian mantap untuk merantau meninggalkan kampung halaman demi masa depan.
Dari asrama, Darmadi sempat mengirim pesan hangat untuk keluarganya.
“Untuk orang tua Madi, semoga sehat selalu. Jangan khawatir, Madi di sini baik-baik saja. Terima kasih sudah merawat Madi dari kecil sampai sekarang. Untuk PT Timah, terima kasih banyak sudah membuat program beasiswa untuk anak-anak seperti Madi,” ujarnya.
Program beasiswa PBS sendiri telah berjalan lebih dari dua dekade dan menjadi salah satu jalur bagi pelajar berprestasi dari daerah sekitar operasi PT Timah untuk mengakses pendidikan unggul.
Selain meringankan beban biaya pendidikan keluarga, program ini juga diharapkan mampu menyiapkan generasi yang berdaya saing dan siap berkontribusi pada pembangunan daerah serta tujuan nasional jangka panjang.
Kisah Darmadi menjadi salah satu bukti nyata bagaimana kesempatan pendidikan melalui beasiswa dapat membuka jalan perubahan hidup.
Dari seorang siswa yang awalnya hanya mendengar informasi di kelas, kini ia melangkah jauh, membawa harapan keluarga dan kampung halamannya menuju masa depan yang lebih baik. (*)










