“Melestarikan penyu tidak hanya dengan melepas tukik, tetapi juga menjaga laut dari sampah dan menghindari pengambilan telur penyu yang dilindungi undang-undang,” jelasnya.
Perwakilan Alobi Foundation, Endi R. Yusuf, menyatakan dukungan penuh terhadap inisiatif ini. Menurut dia, keberadaan tukik sangat penting bagi keberlanjutan ekosistem laut.
“Upaya konservasi harus melibatkan banyak pihak karena menjaga satwa liar adalah tanggung jawab bersama,” katanya.
Luthfie Avian, Kabid PPKLH DLH Kabupaten Belitung, memberikan apresiasi terhadap kegiatan ini. Ia berharap inisiatif ini dapat terus dilakukan secara rutin di lokasi-lokasi pelestarian tukik di Belitung.
“Selain di Tanjung Kelayang, kami juga memiliki lokasi pelestarian lain seperti di Pulau Kimar dan Desa Mentigih,” ujarnya.
Pelepasliaran ini juga menjadi bagian dari Forum Group Discussion (FGD) Grup MIND ID bertajuk “Elevate Together Toward Risk Management Excellence” yang digelar di Belitung. Kegiatan ini melibatkan karyawan perusahaan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya pelestarian lingkungan.
Dengan pelepasliaran ini, diharapkan tukik dapat tumbuh dewasa dan kembali ke pantai untuk bertelur di masa depan. Hal ini diharapkan dapat membantu regenerasi populasi penyu sisik dan memperkuat ekosistem laut yang sehat serta berkelanjutan di Belitung.
Sumber: PT Timah










