“Seperti kita ketahui Al-Qur’an adalah pegangan hidup umat Islam. Al-Qur’an merangkum seluruh alam, mulai makhluk paling kecil hingga semesta yang tidak terbatas. Sederhananya Al-Qur’an adalah buku petunjuk untuk setiap apa yang kita lakukan di dunia ini. Karena itu meskipun MTQH adalah upaya berjenjang untuk mengukir prestasi, lebih dari itu, pengamalan isinya dalam kehidupan menjadi sesuatu hal yang lebih penting,” ungkapnya.
Lusje berharap, MTQH ke-32 ini sebagai momentum untuk meningkatkan pengetahuan, pemahaman, pengamalan isi kandungan Al-Qur’an kepada seluruh generasi muda Islam di Kecamatan Pangkal Balam khususnya. MTQH ke-32 ini benar-benar dapat dijadikan salah satu alat penangkal dampak negatif berbagai kemajuan yang tidak sesuai dengan isi kandungan Al-Qur’an.
“Sebagai dasar pijakan untuk menjadi generasi muda yang peduli, kreatif, dan senantiasa melakukan perubahan ke arah kebaikan, serta menjadi generasi penerus yang Qur’ani. Hal ini tentu saja beriringan dengan tema MTQH ke-32 ini,” tukas Lusje. (**)




















