Menurut Ikhsan, kunjungan tersebut juga memperlihatkan perubahan teknologi pertambangan. Peralatan manual yang digunakan pada masa lalu memiliki karakteristik berbeda dengan mesin dan teknologi yang digunakan dalam kegiatan pertambangan saat ini.
Penjelasan petugas museum mengenai fungsi dan mekanisme peralatan dinilai relevan dengan bidang yang dipelajarinya di sekolah. Ia pun dapat menghubungkan materi di kelas dengan perkembangan teknologi alat berat dalam industri pertambangan.
“Banyak wawasan baru yang saya dapat, mulai dari sejarah daerah, pertambangan hingga alat-alat yang digunakan. Penjelasan dari petugas juga membuat saya lebih memahami bagaimana teknologi pertambangan berkembang,” katanya.
Ikhsan berharap Museum Timah Indonesia terus menjadi ruang edukasi bagi generasi muda.
“Semoga Museum Timah Indonesia dan PT Timah dapat terus berkembang dan memberikan edukasi kepada generasi muda. Semoga kita dapat membentuk lagi karakter pertambangan dan industri ini bisa lebih maju ke depannya,” harapnya.










