“Di Museum Timah Indonesia terdapat jejak sejarah yang nyata. Ini menjadi sarana edukasi sekaligus bukti tragedi Perang Dunia II Februari 1942 yang ingin ditampilkan kepada keluarga korban dan masyarakat Australia,” ujarnya.
Fakhriansah menambahkan, peringatan Tragedi Perang Dunia II merupakan agenda tahunan Pemerintah Australia yang tidak hanya bersifat penghormatan kepada para korban, tetapi juga bagian dari wisata sejarah.
Pada kunjungan sebelumnya, Pemerintah Australia juga memberikan kontribusi sosial, seperti bantuan kepada PMI dan beasiswa bagi mahasiswa Universitas Bangka Belitung.
Ia berharap PT TIMAH Tbk selaku pengelola MTI Mentok dapat kembali memberikan dukungan dan pelayanan optimal pada peringatan tahun 2026.
Redaksi.
















