“Penyerapan materi cepat dan mereka mampu mengaplikasikannya,” kata Isra.
Pada hari kedua, peserta mengikuti simulasi mini kompetisi hingga babak final. Dalam simulasi tersebut, peserta menjalankan peran sebagai wasit, atlet, dan reviewer untuk menguji pemahaman aturan.
Isra menilai, pelatihan ini penting untuk menyatukan standar aturan yang selama ini berbeda di setiap daerah.
“Dengan hadirnya Orado, kita ingin tidak ada lagi perbedaan aturan agar setiap turnamen berjalan dengan standar yang sama dan profesional,” ujarnya.
Peserta yang lulus akan mendapatkan lisensi sementara sebagai wasit. Evaluasi lanjutan akan dilakukan untuk menentukan kelayakan lisensi permanen berdasarkan kinerja di lapangan.
Redaksi.





















