Riza juga menegaskan bahwa program ini menjadi indikator penilaian kinerja aparatur sipil negara, khususnya kepala dinas. Ketidakhadiran mereka dalam kegiatan ini dianggap sebagai bukti ketidaksiapan melayani masyarakat.
Kalau tidak dibantu pegawai negeri sipil (PNS-Red) siapa lah kami. Artinya kami butuh PNS andal, ASN kuat untuk menjadi pelayan masyarakat yang baik. Jika tidak mampu, maka silakan mundur. Program ini untuk masyarakat dan harus didukung sepenuhnya oleh semua pihak,” tegas Riza.
Dengan program Aik Bakung, Pemkab Bangka Selatan membuktikan komitmennya dalam mendekatkan pemerintah kepada masyarakat tanpa dekat.
Namun, keberhasilan program ini membutuhkan peran aktif semua pihak, termasuk pejabat eselon II dan III. Bagi pejabat yang absen dalam program ini harus siap menerima konsekuensinya.





















