Rumah-rumah ini nantinya diperuntukkan bagi pengungsi Tapanuli Utara yang terdampak bencana banjir bandang dan longsor pada November lalu. Sekadar informasi, bencana tersebut tidak hanya melanda Sumatra Utara, tetapi juga Aceh dan Sumatra Barat.
“Ini adalah wujud bahwa penanganan bencana Sumatra tentu terus bergerak maju ke depan. Seluruh daerah, khususnya Tapanuli Utara, sekarang masuk tahap proses transisi menuju pemulihan, jadi tidak ada lagi masyarakat yang tidak tertangani,” imbuh dia.
Ia melanjutkan, calon penghuni huntap tersebut saat ini masih menetap sementara dengan menumpang di rumah warga atau sanak saudara. Suharyanto mengatakan bahwa mereka juga telah menerima Dana Tunggu Hunian (DTH) sebesar Rp600 ribu per kepala keluarga (KK).
“Kita harapkan pada bulan Juni mendatang seluruh warga sudah bisa pindah ke hunian tetap ini, sehingga pemberian DTH tidak perlu diperpanjang lagi,” tambah Suharyanto.
Herman Yakub.



















