Scroll untuk baca artikel
Pasang Iklan
Pasang Iklan Pasang Iklan
Berita

Pemerintah Gempur Karhutla dengan Modifikasi Cuaca, Hujan Mulai Guyur Sumatera dan Kalimantan

×

Pemerintah Gempur Karhutla dengan Modifikasi Cuaca, Hujan Mulai Guyur Sumatera dan Kalimantan

Sebarkan artikel ini

Sekilasindonews.com Jakarta – Pemerintah terus melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk mengendalikan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di provinsi terdampak meskipun hujan mulai turun di beberapa wilayah. Upaya dilakukan dengan metode penyemaian awan menggunakan garam (NaCl) dan es kering atau dry ice.

Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton Panjaitan mengatakan OMC dilaksanakan terutama di tiga provinsi prioritas, yakni Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Sumatera Selatan.

“Kami tetap melakukan operasi modifikasi cuaca. Namun, kali ini kami akan menyampaikan tiga provinsi yang secara signifikan kami melakukan kegiatan ini,” ujar Berton dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (4/11).

Di Kalimantan Tengah, petugas gabungan melaksanakan enam sorti OMC dengan menyemaikan 10.600 kilogram dry ice serta garam. Kegiatan ini berhasil datangkan hujan ringan di Palangkaraya dan di beberapa kabupaten seperti Sukamara, Katingan, Kotawaringin Timur, Kotawaringin Barat, Gunung Mas, dan kawasan Taman Nasional Tanjung Puting.

Di Kalimantan Selatan, petugas melaksanakan dua sorti penerbangan dengan menyemai 1.800 kilogram garam. Hasilnya, hujan ringan turun di sejumlah wilayah, antara lain Banjarbaru, Banjarmasin, Tanah Laut, dan Tanah Bumbu.

Sementara itu, di Sumatera Selatan penyemaian awan dilakukan melalui dua sorti penerbangan dengan menggunakan 5.600 kilogram garam. Langkah ini berhasil mendatangkan hujan dengan intensitas cenderung lebat di Indralaya, Ogan Ilir, sekitar Bandara Palembang, Muara Padang, dan Banyuasin.

Berton menjelaskan penanganan karhutla tetap menjadi perhatian serius karena kebakaran tidak hanya berdampak terhadap lingkungan hidup, tetapi juga keselamatan manusia.

“Peristiwa kebakaran hutan dan lahan tentu memiliki konsekuensi terhadap aspek lingkungan hidup, keselamatan manusia, kesehatan masyarakat, dan kehidupan sosial ekonomi,” tegas dia.

Pasang Iklan
Akses Terus Biar Update
Iduladha PWI Bangka Selatan Iduladha Pemkab Basel Iduladha DPRD Basel